Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi Sastra

Renjana Diantara Dirgantara

  Diantara gugus gemintang malam lalu          ada rasi bintang yang tak diketahui asalnya Memunculkan diri dengan percaya, seolah ia Nirmala, bahwa yang berpendar kala itu hanyalah ia, padahal Nirmala hanya milik yang esa Satu malam yang ditunggu Malam itu termangu, di teras mendagu mengadah jumantara membiru yang redup dengan sendu Berharap rasi kemarin timbul sebab dikoyak rindu Banyak insan berkoar, bahwa ia selalu diabaikan Sebab kehadirannya datang terlamban Kalau saja harapan selalu lebih dulu datang Mungkin serupa dengan bintang, datang saat insan lelap meninggalkan Renjana menguap, lepas sesak membelenggu dada Piluku berupah, sebab asmaraloka timbul berpendar terangi bumantara yang redup JATUHLAH...! Menyatu dahi dengan sajadah saat biru meredup, malam semakin memukul di ujung perasingan. Biar sanubari yang ungkap bahwa ku dapat rapalkan segenggam harapan. By:Fitri Nurahmawati